Powered By Blogger

Rabu, 14 Agustus 2013

pemakaian kontrasepsi oleh remaja



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Dasar pemikiran lahirnya KB di Indonesia adalah adanya permasalahan kependudukan. Aspek-aspek yang penting dalam kependudukan adalah :
  1. Jumlah besarnya penduduk
  1. Jumlah pertumbuhan penduduk
  1. Jumlah kematian penduduk
  1. Jumlah kelahiran penduduk
  1. Jumlah perpindahan penduduk
Dewasa ini kita sebagai warga Indonesia sudah tidak asing dengan program pemerintah yang bernama KB atau Keluarga Berencana, dahulu program KB di khususkan untuk para pasangan suami istri karena pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat membludak sehingga pemerintah Indonesia mencanangkan program KB yaitu pada tahun 1957, pada tahun itu program KB masih secara tradisional yaitu secara pijit,ramuan, dll akhirnya sesuai dengan berjalannya waktu KB mulai berkembang dan berkembang sehingga dahulu yg menggunakan tradisional sudah menggunakan alat yang modern yaitu dengan pemakaian kondom, penggunaan pil, dll, itu semua dilakukan oleh pemerintah untuk menekan pertumbuhan penduduk yang pada waktu itu sangat pesat . Program KB mempunyai sebuah moto yaitu "Dua anak lebih baik" motto itu dipakai karena penduduk Indonesia yang telah menikah pada masa sebelum dirintis KB melahirkan anak sebanyak-banyaknya karena mereka punya kepercayaan bahwa banyak anak banyak rezeki sehingga pasangan itu melahirkan bisa sampai 11 orang.
Program KB telah berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk di Indonesia sekarang karena sudah banyak penduduk Indonesia yang mengikuti program KB walaupun belum semua penduduk Indonesia yang mengikuti program tersebut namun penduduk Indonesia yang telah mengikuti program tersebut telah membantu pemerintah dalam menekan pertumbuhan penduduk di Indonesia namun sekarang ini program KB sudah ditambah targetnya dahulu yang hanya untuk pasangan suami istri tetapi sekarang program KB di khususkan bagi penduduk Indonesia yang berstatus sebagai remaja. 

"Kenapa sekarang KB di targetkan untuk remaja ????" itu tanda tanya besar bagi kita semua
Program KB sekarang ditargetkan buat remaja dikarenakan untuk mempersiapkan remaja-remaja untuk berumah tangga dan mematangkan usia dalam menikah.


Sekarang ini remaja-remaja banyak yang seharusnya belum waktunya untuk menikah tetapi karena kepleset dalam berhubungan dengan wanita sehingga mereka harus menikah pada usia yang tidak seharusnya itu dikarenakan mereka tidak mendapat informasi yang cukup tentang bagaimana seharusnya mereka berhubungan dalam pacaran yang sudah menjadi trend budaya remaja sekarang dan juga sekarang banyak para remaja yang sembarangan melakukan hubungan seksual tanpa didasari pengetahuan yang cukup tentang bahaya melakukan hubungan seksual secara sembarangan atau disebut free sex, sekarang jika para remaja banyak yang kepleset dalam berpacaran bagaimana bisa menjadikan "Anak Indonesia Harapan Masa Depan" kalau remajanya sudah hancur dengan hal-hal yang seperti itu
Selain program KB untuk mempersiapkan remaja-remaja untuk berumah tangga dan mematangkan usia dalam menikah, KB untuk remaja juga dibuat untuk memberikan informasi tentang cara merawat kesehatan reproduksi pada remaja, mengetahui hak-hak reproduksi pada remaja dan juga untuk memberikan informasi tentang reproduksi
oleh karena itulah pemerintah menambah target program KB yang dibawahi atau dalam pengawasan BKKBN kepada remaja yaitu tidak lain untuk menjadikan "Anak Indonesia Harapan Masa Depan"
Program KB di dukung dengan didirikannya oraganisasi yang bernama PIK KRR atau kepanjangannya Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja oraganisasi ini didirikan untuk membantu remaja dalam memperoleh informasi yg benar tentang reproduksi baik dalam hal cara merawat organ reproduksi dan juga organisasi ini bertujuan menjadikan reproduksi yang sehat dalam segala aspek.
Organisasi ini sangat membantu pemerintah untuk mensukseskan program KB untuk remaja sehingga tujuan pemerintah untuk menjadikan "Anak Indonesia Harapan Masa Depan" dapat tercapai.



B.     Tujuan penulisan
1       Tujuan umum
   Untuk mengetahui dampak yang di akibatkan karena pemakain kontrasepsi oleh remaja
          Tujuan Khusus
    Agar penulis dapat:
a.       memahami apa itu KB
b.      jenis-jenis KB
c.       dampak pemakain KB bagi remaja

C.     Manfaat
a        Bagi penulis
    Dapat mengetahui apa itu KB dan kapan harus di gunakan dan apa dampaknya
b        Bagi pembaca
   Dapat menambah pengetahuan bagi pembaca dan mempunyai dampak yang baik khususnya  remaja

 


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi
Remaja adalah  kelompok penduduk yang berusia antara 10 – 19 tahun(menurut WHO dan Departemen Kesehatan) atau 10-24 tahun (menurut UNFPA) dan belum menikah.
Proporsi remaja Indonesia tahun (10-24 tahun) pada tahun 2005 mencapai lebih dari 30% dari jumlah penduduk Indonesia.
      Secara biologic sebagian besar remaja sudah matang,tetapi secara social, mental, dan emosional belum. Akibatnya dapat terjadi masalah – masalah remaja seperti kehamilan di luar nikah, abortus, dan ketergantungan obat.
Jumlah remaja perempuan di Indonesia pada tahun 2000 adalah 21,1 juta jiwa atau sekitar 10%dari jumlah penduduk.
Kontrasepsi merupakan bagian dari pelayanan kesehatan reproduksi untuk pengaturan kehamilan,dan merupakan hak setiap individu sebagai makhluk seksual.

B.     Jenis KB
                    Kondom
Kata kondom berasal dari kata Latin condus yang berarti baki atau nampan penampung. Kondom adalah semacam kantung yang Anda sarungkan ke penis ereksi sebelum melakukan hubungan seksual. Kondom dijual dalam berbagai ukuran dan bentuk. Kondom memiliki kelebihan melindungi dari PMS dan tidak memengaruhi hormon. Kekurangannya adalah efektivitasnya. Sekitar 2-15% wanita masih hamil meskipun pasangannya menggunakan kondom. Selain itu, banyak pria merasakan berkurangnya sensasi seksual dengan pemakaian kondom

Kondom wanita
Kondom wanita adalah sebuah kantung berlubrikasi dengan dua cincin fleksibel di ujung-ujungnya. Sebuah cincin lunak yang dapat dilepas memudahkan pemasangannya dan menjaga kondom di tempat. Sebuah cincin fleksibel yang besar tetap berada di luar vagina, yang meliputi pembukaan vagina (vulva) dan memberikan perlindungan tambahan.
Kondom wanita sangat efektif bila digunakan dengan benar.  Kondom wanita memiliki keuntungan melindungi dari PMS, tidak mudah slip atau bocor, tidak memengaruhi hormon dan tidak menimbulkan alergi (karena terbuat dari polyurethane, bukan lateks). Kondom ini juga dapat dipasang jauh sebelum melakukan hubungan seksual (sampai 8 jam sebelumnya) sehingga tidak perlu jeda selama bermesraan. Kerugiannya adalah beberapa orang merasakan kurang nyaman, tidak efektif untuk semua posisi, dan harganya mahal. Kondom wanita tidak dapat digunakan bersamaan dengan kondom pria karena dapat menyebabkan posisinya bergerak keluar.
3            Diafragma
Diafragma adalah topi karet lunak yang dipakai di dalam vagina untuk menutupi leher rahim (pintu masuk ke rahim). Fungsinya adalah mencegah sperma memasuki rahim. Agar diafragma bekerja dengan benar, penempatan diafragma harus tepat. Diafragma seefektif kondom, namun dapat dicuci dan digunakan lagi selama satu sampai dua tahun. Kekurangannya, Anda harus menempatkan diafragma sebelum berhubungan seks (sampai 24 jam sebelumnya) dan mencopotnya setelah enam jam. Beberapa wanita mungkin kesulitan menyisipkankannya dan memiliki reaksi alergi (karena terbuat dari lateks).
4            
             Pil KB
Pil KB atau kontrasepsi oral berisi bentuk sintetis dua hormon yang diproduksi secara alami dalam tubuh: estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut mengatur siklus menstruasi wanita. Pil KB bekerja dengan dua cara. Pertama, menghentikan ovulasi (mencegah ovarium mengeluarkan sel telur). Kedua, mengentalkan cairan (mucus) serviks sehingga menghambat pergerakan sperma ke rahim.
Pil KB sangat bisa diandalkan (efektivitasnya mencapai 99%). Pil KB juga memberikan kendali di tangan wanita untuk mencegah kehamilan. Kekurangan Pil KB adalah tidak melindungi terhadap PMS, harus diambil setiap hari sesuai jadwal (tidak boleh terlewatkan barang sehari pun agar efektif), dan menambah hormon sehingga meningkatkan risiko trombosis, penambahan berat badan, sakit kepala, mual dan efek samping lainnya. Pil KB tidak boleh diambil oleh wanita dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit liver, dan penyakit jantung.

5            Susuk (Implant)
Susuk KB adalah batang kecil berisi hormon yang ditempatkan di bawah kulit di bagian lengan wanita. Batang itu terbuat dari plastik lentur dan hanya seukuran korek api. Susuk KB terus-menerus melepaskan sejumlah kecil hormon seperti pada pil KB selama tiga tahun. Selama jangka waktu itu Anda tidak perlu memikirkan kontrasepsi. Bila Anda menginginkan anak, susuk KB dapat dicopot kapan pun dan Anda pun akan kembali subur setelah satu bulan. Biaya murah dan pemakaian yang tidak merepotkan adalah keunggulan lain susuk KB. Kekurangannya, menyebabkan sakit kepala dan jerawat pada beberapa wanita, tidak melindungi terhadap PMS dan sekitar 20% wanita tidak lagi mendapatkan haid atau haidnya menjadi tidak teratur.
6                       
             Kontrasepsi suntik
Kontrasepsi suntik atau injeksi adalah suntikan hormon yang mencegah kehamilan. Setiap tiga bulan sekali Anda mendapatkan suntikan baru. Selama periode tersebut, menstruasi Anda normal. Keunggulan kontrasepsi suntik adalah keandalannya yang setara dengan pil KB atau susuk dan Anda hanya perlu memikirkan kontrasepsi setiap 3 bulan sekali. Kelemahannya, Anda tidak terlindungi terhadap PMS dan mendapatkan hormon. Anda juga tidak bisa menghentikannya tiba-tiba karena hormon selama tiga bulan tetap aktif di dalam tubuh. Anda mungkin perlu waktu lama untuk subur kembali.

7             AKDR (IUD)
ADKR (alat kontrasepsi dalam rahim/Intrauterine divice) atau dalam bahasa populernya disebut spiral adalah alat kontrasepsi kecil yang ditempatkan dalam rahim wanita. Ada dua jenis AKDR: AKDR tembaga yang terbuat dari plastik kecil dengan tembaga meliliti batangnya dan AKDR progestogen yang berbentuk T kecil dengan silinder berisi progestogen di sekeliling batangnya.
Walaupun telah digunakan lebih dari 30 tahun untuk mencegah kehamilan, cara kerja AKDR masih belum sepenuhnya dipahami. AKDR memengaruhi gerakan  dan kelangsungan hidup sperma dalam rahim sehingga mereka tidak dapat mencapai sel telur untuk membuahi. AKDR juga mengubah lapisan rahim (endometrium) sehingga tidak cocok untuk kehamilan dan perkembangan embrio janin. Efektivitas AKDR adalah 98%, hampir sama dengan pil KB.
Keunggulan AKDR adalah berjangka panjang (minimal lima tahun), mudah mempertahankan (Anda tidak mungkin lupa menggunakannya), lebih murah dibandingkan kontrasepsi lain (lebih mahal pada awalnya, tetapi lebih murah dalam jangka panjang) dan jika Anda ingin hamil, kesuburan Anda dapat dikembalikan dengan cepat setelah Anda melepaskannya. AKDR progestogen memiliki manfaat tambahan mengurangi perdarahan haid. Kekurangan AKDR adalah bila gagal dan wanita menjadi hamil, perangkat ini harus dibuang sesegera mungkin karena meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, ada risiko kecil infeksi setelah pemasangan AKDR, kehamilan ektopik dan berbagai efek samping seperti menstruasi tidak teratur, vagina kering, sakit kepala, mual dan jerawat.
8                          
               Sterilisasi
Sterilisasi adalah kontrasepsi yang paling efektif. Pada sterilisasi pria (vasektomi), vas deferens ditutup sehingga tidak ada sperma yang keluar, meskipun tetap ejakulasi. Pada sterilisasi wanita (tubektomi), saluran tuba falopi ditutup sehingga sel telur tidak keluar.
Keuntungan sterilisasi adalah Anda tidak akan perlu memikirkan kontrasepsi selamanya. Kekurangannya, sifatnya permanen (tidak bisa dibatalkan), tidak memberikan perlindungan terhadap PMS, dan memerlukan operasi mayor. Perlu diingat bahwa tidak ada kontrasepsi yang 100% efektif. Masih ada 1% kemungkinan kehamilan pasca sterilisasi, bahkan bertahun-tahun setelah operasi dilakukan.

C.    Jenis kontrasepsi yang dipakai remaja
Meski sejatinya buat pasangan suami-istri, tapi sekarang ini malah ditemukan para gadis, remaja putri yang belum menikah, yang menggunakan kontrasepsi ini, terutama kontrasepsi hormonal.
Rupanya remaja putri yang menjadi ‘akseptor’ KB  adalah mereka-mereka yang menjalani model kehidupan bebas yang dicontohkan oleh Barat. Biasanya mau hidup bersama tanpa nikah alias kumpul kebo, atau yang bergaul bebas, yang pacarannya kebablasan.
Remaja putri banyak menggunakan jenis KB kondom,pil dan suntik karena paling mudah di dapat dan pemasangan nya pun relative murah dengan harga yang terjangkau.

D.    Masalah
   Informasi mengenai masalah seksual dan kesehatan reproduksi bagi remaja tidak memadai.
2    Tidak ada atau sangat sedikit akses pelayanan bagi remaja yang bersifat youth friendly dan        tidak  menghakimi.
3   Masih kurangnya pengetahuan dan pengalaman petugas untuk mengatasi masalah kesehatan  reproduksi remaja.
4  Remaja masih merupakan kelompok yang dimarginalkan untuk mendapat pelayanan kesehatan reproduksi.
  Masyarakat cenderung menganggap aib remaja yang tidak mengikuti norma susila yang berlaku.
6 Terdapat peningkatan prevelensi remaja yang aktif menjalankan kegiatan seksual atau berhubungan seks diluar nikah dengan akibat:
a)      Sekitar 12,2 % remaja berusia  15 – 19 tahun sudah pernah atau sedang hamil
b)      HIV positif  (44% dari penderita berumur 15 – 22 tahun
c)      Sebanyak 9,1% perempuan usia 15 – 19 tahun termasuk kelompok unmet need
d)   Kehamilan tidak diinginkan yang di akhiri denan aborsi 2,4 juta jiwa / tahun,diantaranya 700 ribu adalah remaja

E.     Dampak KB bagi remaja
Kontrasepsi hormonal, baik itu berupa pil maupun suntik, adalah termasuk dalam jenis obat. Dan yang namanya obat, hanya boleh dipakai sesuai dengan aturannya dan peruntukannya.Terlebih lagi, obat adalah racun dalam dosis yang tidak tepat. Jadi penggunaan obat tanpa aturan justru akan membahayakan tubuh manusia. Demikian juga halnya dengan pemakaian obat-obat KB secara sembarangan. Para wanita yang sudah menikah yang menjadi akseptor KB akan mengkonsumsi obat-obat KB secara benar dan tepat karena mereka mendapatkan informasi yang cukup oleh tenaga kesehatan yang berwenang. Kalangan ini selalu melakukan konsultasi dan pemeriksaan rutin kepada para tenaga kesehatan. Dengan demikian, efek samping yang mungkin timbul selalu dalam pengawasan.
Berbeda halnya dengan para remaj putri yang “semau gue” mengkonsumsi obat-obat KB tersebut. Sangat besar kemungkinannya mereka tidak mendapat informasi yang tepat dan akurat serta lengkap tentang obat KB yang mereka konsumsi. Bahkan boleh jadi mereka mendapatkan obat itu pada tempat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagaimana telah disebutkan di atas bahan aktif obat KB adalah hormon estrogen dan atau progesteron. Efek sampingannya bila orang mengkonsumsi obat KB, baik dalam bentuk pil ataupun suntik. Efek samping yang ringan yang sering ditemui adalah mual, sakit kepala, nyeri pada payudara, keputihan, juga adanya retensi cairan (berkurangnya pengeluaran cairan oleh tubuh) dan peningkatan berat badan.
Selain itu pemakaian kontrasepsi hormonal ini juga bisa menaikkan tensi alias tekanan darahnya menjadi lebih tinggi. Jadi bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) tidak dianjurkan memakai kontrasepsi hormonal. Oleh karena itu para akseptor KB dimonitor terus berat badan dan tekanan darahnya.
Selain itu, juga ditemukan bukti-bukti yang nyata bahwa mengkonsumsi hormon estrogen dalam waktu yang lama dan dosis tinggi dapat menyebakan pembesaran mioma uteri. Mioma uteri adalah salah satu jenis tumor jinak pada rahim. Sementara itu pemakaian hormon progesteron yang berlebihan dapat menyebabkan perdarahan yang tidak teratur, nafsu makan bertambah, jerawat bermunculan, rambut rontok dan bisa juga menimbulkan depresi. Efek samping yang lebih berat adalah terjadinya trombo emboli yang sangat berbahaya. perlu diketahui juga bahwa tidak semua orang dapat minum pil atau disuntik KB. Ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat pemakaian pil atau suntik justru membahayakan jiwa. Hal ini hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan kesehatan secara teliti oleh petugas kesehatan yang berwenang, yang biasanya justru dihindari oleh para remaja putri yang nakal.

F.     Peran petugas     
1.   Sebelum memutuskan memberi pelayanan kontrasepsi pada remaja,perlu diperhatikan undang – undang serta peraturan yang berlaku  (KUHP dan Undang – Undang nomor 10 tahun 1992),serta aspek-aspek social dan budaya masyarakat yang ada.
2.  Petugas perlu memahami perilaku seksual  serta upaya pemberian kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamilan dan IMS,dan kemungkinan kembalinya kesuburan.
3. Konseling memegang peranan sangat penting untuk membantu remaja agar memiliki pengetahuan,sikap dan perilaku yang bertanggung jawab dalam kehidupan seksual mereka.
4. Memberikan pendidikan seks kepada remaja agar remaja tahu apa dampak dari pemakain kontrasepsi bagi dirinya.
 


BAB III
KESIMPULAN

A.    Kesimpulan
Dari urain di atas penulis dapat mengambil kesimpulan:
1.  Remaja adalah  kelompok penduduk yang berusia antara 10 – 19 tahun(menurut WHO dan Departemen Kesehatan) atau 10-24 tahun (menurut UNFPA) dan belum menikah.
2. Kontrasepsi merupakan bagian dari pelayanan kesehatan reproduksi untuk pengaturan kehamilan,dan merupakan hak setiap individu sebagai makhluk seksual
         Efek sampingannya bila orang mengkonsumsi obat KB, baik dalam bentuk pil ataupun suntik. Efek samping yang ringan yang sering ditemui adalah mual, sakit kepala, nyeri pada payudara, keputihan, juga adanya retensi cairan (berkurangnya pengeluaran cairan oleh tubuh) dan peningkatan berat badan.
4.      Sebagian besar remaja tidak mendapatkan informasi yang lengkap tentang KB
5.      KB yang sering digunakan remaja adalah pil,suntik dan kondom




DAFTAR PUSTAKA

Affandi biran.2006.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.Jakarta:Tridas Printer
Handayani, Sri, 2010. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta. Pustaka Riana 


Rabu, 07 Agustus 2013

konseling kebidanan



Konseling kebidanan


   1. PENGERTIAN KONSELING (KIP/K)
       Konseling   adalah      proses  komunikasi     antara  seseorang   (konselor)   dengan  orang lain. (Depkes RI, 2000:32).
         Konseling      adalah    proses   pemberian    informasi    obyektif   dan   lengkap,  dilakukan      secara   sistematik    dengan    paduan    ketrampilan     komunikasi  interpersonal,     teknik   bimbingan     dan    penguasaan     pengetahuan     klinik   bertujuan     untuk   membantu      seseorang    mengenali     kondisinya    saat  ini,  masalah   yang   sedang   dihadapi   dan   menentukan   jalan   keluar/   upaya   untuk  mengatasi masalah tersebut. (Saifudin, Abdul Bari dkk, 2001:39 )
       Konseling adalah proses pemberi bantuan seseorang kepada orang lain dalam
          membuat       suatu   keputusan     atau  memecahkan       suatu   masalah     melalui
          pemahaman terhadap fakta, harapan, kebutuhan, dan perasaan klien.
          ( Saraswati, Lukman, 2002:15)

  2. TUJUAN KONSELING ( KIP/K)
      Membantu klien melihat permasalahannya supaya lebih jelas sehingga klien
      dapat memilih sendiri jalan keluarnya.

   3.  KETRAMPILAN – KETRAMPILAN YANG HARUS DIMILIKI OLEH  KONSELOR
    a) Ketrampilan Observasi
         Hal – hal yang ada dalam ketrampilan observasi yaitu :
        “ Apa yang diobservasi/diamati ? “
           - Tingkah laku non verbal klien
            Cara menatap, bahasa tubuh, kualitas suara, merupakan indicator penting
            yang mengungkapkan apa yang sedang terjadi pada klien.
            -Tingkah laku verbal klien
             Kapan klien beralih topic, apa saja kata-kata kunci, penjelasan-penjelasan
            yang disampaikan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
             Kesenjangan tingkah laku verbal dan non verbal
             Seorang bidan yang tajam pengamatannya akn memperhatikan bahwa ada
             beberapa     konflik/ketidaksesuaian      antara   tingkah    laku   verbal   dan  non
             verbal,   antara   dua   buah   pernyataan,   antara   apa   yang   diucapkan   dan   apa
             yang dikerjakan.
                          Dalam   mengobservasi   sesuatu   ada   2   hal   penting     yang   perlu
             diperhatikan :
                1.   Pengamatan Obyektif
                      Adalah berbagai tingkah laku yang kita lihat dan dengar.
                      Misalkan : jalan mondar-mandir, tangan dikepal, dsbnya.
                2.   Interpretasi/penafsiran
                      Adalah     kesan    yang   kita  berikan   terhadap    apa   yang   kita  lihat
                      (amati) dan kita dengar.
    b) Ketrampilan Mendengar Aktif
          Terdapat   empat    bentuk   mendengarkan       yang   bisa   digunakan   sesuai   dengan
         situasi yang dihadapi, yaitu :

         Mendengar Pasif (Diam)
             Dilakukan      antara   lain  bila  klien   sedang    menceritakan      masalahnya     :
             berbicara tanpa henti, menggebu-gebu dengan ekspresi perasaan kesal atau
             sedih.   Selain   itu   bila   berhenti   sejenak,   konselor   dapat   mendengar   pasif
             untuk memberi kesempatan menenangkan diri.
         Memberi tanda perhatian verbal dan non verbal
             Seperti :   Hmm, yaa, lalu, oh begitu, terus….. atau sesekali mengangguk.
             Dilakukan   antara   lain   sewaktu   klien   berbicara   panjang   tentang   peristiwa
             yang terjadi pada dirinya.
         Mengajukan pertanyaan untuk mendalami dan klarifikasi
             Dilakukan bila konselor ingin mendalami apa yang diucapkan/diceritakan
             klien.   Misalnya     :“  Bagaimana     hubungan      ibu  dengan    saudara-saudara
             suami ?”
                                 “ Apakah maksud ibu dengan perbuatan tidak layak itu?’
         Mendengar Aktif
             Yaitu    dengan    memberikan      umpan     balik/merefleksikan     isi  ucapan    dan
             perasaan klien.

         -   Refleksi Isi atau Parahasing
             Adalah menyatakan kembali ucapan klien dengan menggunakan kata-kata
             lain,   memberi     masukan     kepada   klien   tentang   inti  ucapan    yang   baru
             dikatakan klien dengan cara meringkas dan memperjelas ucapan klien.
         -   Refleksi Perasaan
             Adalah   mengungkapkan   perasaan   klien   yang   teramati   oleh   konselor   dari
             intonasi   suara,   raut   wajah   dan   bahasa   tubuh   klien   maupun   dari   hal-hal
             yang tersirat dari kata-kata verbal klien.

    c). Ketrampilan Bertanya
         Semua jenis pertanyaan dapat dikelompokkan menjadi pertanyaan tertutup dan
         terbuka.
         ō Pertanyaan Tertutup
             - Menghasilkan jawaban        “ ya “     atau     tidak “     yang berguna untuk
               mengumpulkan informasi yang factual.
             -  Tidak    menciptakan     suasana   yang   nyaman     dalam   berkomunikasi      dan
               prose pengambilan keputusan
             -   Bidan    mengontrol     jalannya    percakapan,     klien   hanya    memberikan
               informasi yang bersangkutan dengan pertanyaan saja.
         ō Pertanyaan Terbuka
             -  Jenis pertanyaan biasanya memakai kata tanya            “ bagaimana “  atau “
             apa “
             -  Memberi   kebebasan   atau   kesempatan   kepada   klien   dalam   menjawab
                 yang    memungkinkan partisipasi aktif dalam percakapan.
             -   Merupakan      cara   yang    efektif   untuk    menggali    informasi     dengan
                 menggunakan intonasi suara yang menunjukkan minat dan perhatian.

Activity :
     1.  Sebutkan pengertian dari konseling !
    2.   Jelaskan tujuan konseling !
    3.   Sebutkan ketrampilan yang harus dimiliki konselor !
Summary :
     1.  Konseling adalah proses pemberi bantuan seseorang kepada orang lain dalam
         membuat       suatu   keputusan      atau   memecahkan        suatu   masalah     melalui
         pemahaman terhadap fakta, harapan, kebutuhan, dan perasaan klien.
    2.   Tujuan konseling membantu klien agar mampu memecahkan masalah.
    3.   Tiga ketrampilan yang harus dimiliki konselor adalah Ketrampilan observasi,
         ketrampilan mendengar aktif dan ketrampilan bertanya.

4.  PEMAHAMAN DIRI
    Komunikasi yang dilakukan tanpa mengena sasaran, maka yang disalahkan adalah
    komunikatornya. Komunikator adalah pengambil inisiatif terjadinya suatu proses
    komunikasi . Dia harus mengenal dirinya, sebab dengan mengenal diri kita dapat
    mengetahui kelebihan dan kelemahan yang ada pada diri kita. Untuk memahami
    diri sendiri Joseph Luft dan Harrington Ingham memperperkenalkan konsep yang
    dikenal dengan nama “Johari Window”

* JOHARI WINDOW    ( JENDELA JOHARI ) *

Diri Terbuka
( diketahui diri sendiri dan orang lain )
Diri Buta
(tidak diketahui diri sendiri, tapi diketahui orang lain )
Diri Tersembunyi /Rahasia
(diketahui diri sendiri, tapi tidak diketahui orang lain )
Diri Gelap
(tidak diketahui diri sendiri maupun orang lain )
                                                   
 Diri Terbuka
        Pada   wilayah   ini   kepribadian,   kelebihan   dan   kekurangan   yang  terdapat 
         diri kita selain diketahui oleh diri sendiri juga diketahui oleh orang lain.Oleh
         karena itu  jika  wilayah   terbuka   ini  makin   melebar    dalam   arti  kita  dapat
         memahami   orang   lain   dan   juga   orang   lain   dapat   memahami   diri   kita   maka
         akan    terjadi  komunikasi     yang   mengena.     Misal   :  terbuka   terhadapdunia
         sekelilingnya,   potensi   diri   disadari,   perasaan   dan   pikirannya   terbuka  untuk
         pengalaman hidup     yang     menyedihkan, menyenangkan ,pekerjaan, dan sebagainya.

     Diri Buta
         Pada    wilayah   buta,  orang    tidak  mengetahui     kekurangan     yang   dimilikinya
         tetapi   sebaliknya   kekurangan   itu   justru   diketahui   oleh   orang   lain   bahkan  ia
         berusaha   menyangkal   kalau   hal   itu   ada   pada   dirinya.Oleh   karena   itu,   kalau
         wilayah   buta   makin   melebar   dan   mendesak   wilayah   lain   maka   akan   terjadi
         kesulitan   komunikasi.   Misal   :   perasaannya   kurang   terbuka,   kurang   luas   cara
         pandang dan variasi hidupnya dan sebagainya.

      Diri Tersembunyi
         Pada     wilayah     tersembunyi,     kemampuan        yang    kita   miliki   tersembunyi
         tersembunyi   sehingga   tidak   diketahui   oleh   orang  lain.   Ada   dua   konsep   yang
         erat hubungannya dengan wilayah ini :
         -   Over   disclose,   yaitu   sikap   yang   terlalu   banyak   mengungkapkan   sesuatu
             sehingga      hal-hal    yang    seharusnya      disembunyikan       juga    diutarakan.
             Misalnya       :  Konflik     dalam     rumah     tangga,     hutang-hutangnya        dan
             sebagainya.
         -    Under   disclose,   yaitu   sikap   yang   terlalu   menyembunyikan   sesuatu   yang
             seharusnya   dikemukakan.        Misalnya   :   Dalam   pengobatan   kejiwaan   sikap
             under      disclose    dapat     menyulitkan      psikiater     karena    pasien     sulit
             menyampaikan informasi yang diperlukan untuk pengobatannya.
                                                                                                                                           

  Diri Gelap
         Wilayah ini merupakan wilayah yang paling kritis dalam komunikasi. Karena
         selain   diri   kita   yang   tidak   mengenal   diri,   juga   orang   lain   tidak   mengetahui
         siapa   kita.  Dalam    kehidupan     sehari-hari   sering   terjadai  kesalahan    persepsi
         maupun kesalahan perlakuan kepada orang lain karena tidak  saling mengenal

         baik kelebihan, kekurangan dan juga statusnya, siapa dia?

Bila :
A
1
2
3 
4
B
1




Maka :
A   :  adalah   individu   yang  kurang  memahami   diri   sendiri,   tingkah   lakunya   terbatas,
       perasaannya kurang terbuka, kurang luas cara pandang dan variasi hidupnya.
B :   adalah individu yang terbuka terhadap dunia sekelilingnya, potensi diri disadari,
       perasaan   dan   pikirannya   terbuka   untuk   pengalaman-   pengalaman   hidup   yang
      menyedihkan, menyenangkan, pekerjaan, dan sebagainya. Ia lebih spontan dan
      bersikap jujur dan apa adanya pada orang lain. 

5.   PENGETAHUAN,   KETRAMPILAN   DAN   SIKAP   YANG   HARUS   DIMILIKI OLEH KONSELOR
                 Perilaku     bidan   dalam    melaksanakan      tugas    sebagai   komunikator
    maupun   konselor   dipengaruhi   oleh   3   hal,   yaitu   :   Aspek   Kognitif,   Psikomotorik,
    dan Afektif.
        Pengetahuan (Kognitif)
             Meliputi pengetahuan tentang :
               -  Kesehatan
               -  Ilmu kebidanan dan kandungan
               -  Masalah   yang   berhubungan   dengan   kehamilan,   persalinan   dan   pasca
                 persalinan dan upaya pencegahan serta penatalaksanaanya.
               -  Keyakinan akan adat isitiadat, norma tertentu
               -  Alat / metode kontrasepsi
               -  Hubungan antar manusia
               -  Komunikasi interpersonal dan konseling
               -  Psikologi
               -  Dan sebagainya
         Ketrampilan (Psikomotorik)
               Harus terampil dalam :
               -  Membantu proses persalinan dan berbagai masalah kesehatan
               -  Menggunakan alat-alat pemeriksaan tubuh klien
               -  Melakukan komunikasi interpersonal dan konseling
               -  Menggunakan alat bantu visual untuk membantu pemberian informasi
                 kepada klien
               -  Mengatasi situasi genting yang dihadapi klien
               -  Membuat keputusan
               Sikap (Afektif)
               - Mempunyai motivasi tinggi untuk menolong orang lain
               - Bersikap ramah, sopan , dan santun
               - Menerima klien apa adanya
               - Berempati terhadap klien
               - Membantu dengan tulus
               - Terbuka terhadap pendapat orang lain

6.  FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT KIP/K
    A.   Faktor Individual
         Orientasi    cultural  (keterikatan    budaya)   merupakan      factor  individual   yang
         dibawa     seseorang    dalam    melakukan      interaksi.   Orientasi   ini  merupakan
         gabungan dari :
             a.  Faktor    fisik    kepekaan    panca   indera   (kemampuan       untuk   melihat,
                 mendengar…), usia, gender (jenis kelamin)
             b.  Sudut pandang – nilai –nilai
             c.  Faktor social- sejarah keluarga dan relasi, jaringan social, peran dalam
                 masyarakat, status social, peran social.
             d.  Bahasa
    B. Faktor-faktor yang berkaitan dengan interaksi
         a. Tujuan dan harapan terhadap komunikasi
         b. Sikap terhadap interaksi
         c.   Pembawaan      diri  seseorang     terhadap    orang   lain   (seperti  kehangatan,
             perhatian, dukungan)
         d. Sejarah hubungan
    C.  Faktor Situasional
         Percakapan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, situasi percakapan kesehatan
         antara   bidan   dan   klien   akan   berbeda   dengan   situasi   percakapan   antara        polisi    dengan pelanggar lalu lintas.


    D.  Kompetensi dalam melakukan percakapan
         Agar efektif, suatu interaksi harus menunjukkan perilaku kompeten dari kedua
         pihak. Keadaan yang dapat menyebabkan putusnya komunikasi adalah :
         -   kegagalan menyampaikan informasi penting
         -   perpindahan topic bicara yang tidak lancar
         -    salah Pengertian
Activity :
     1.  Apa yang anda ketahui tentang pemahaman diri menurut Johari Window !
    2.   Uraikan proses konseling !
Summary :
    1.  Pemahaman   diri   menurut   Johari   Window   ada   empat   yaitu   diri   terbuka,   diri
        buta, diri tersembunyi/rahasia dan diri gelap.
    2.  Proses konseling terdiri dari 4 unsur kegiatan :
             a.  Pembinaan hubungan baik (Rapport)
             b.  Penggalian informasi (identifikasi masalah klien, kebutuhan, perasaan,
                 kekuatan diri dsb) dan pemberian informasi sesuai kebutuhan
             c.  Pengambilan keputusan, pemecahan masalah,perencanaan
             d.  Menindak lanjut pertemuan
                                            












KESIMPULAN
    1. Konseling adalah proses pemberi bantuan seseorang kepada orang lain dalam
        membuat        suatu   keputusan     atau    memecahkan       suatu    masalah    melalui
        pemahaman terhadap fakta, harapan, kebutuhan, dan perasaan klien.
    2. Tujuan konseling membantu klien agar mampu memecahkan masalah.
    3. Tiga ketrampilan yang harus dimiliki konselor adalah Ketrampilan observasi,
        ketrampilan mendengar aktif dan ketrampilan bertanya.
    4. Pemahaman   diri   menurut   Johari   Window   ada   empat   yaitu   diri   terbuka,   diri
        buta, diri tersembunyi/rahasia dan diri gelap.
    5. Proses konseling terdiri dari 4 unsur kegiatan :
             a.  Pembinaan hubungan baik (Rapport)
             b.  Penggalian       informasi     (identifikasi    masalah     klien,   kebutuhan,
                  perasaan,     kekuatan     diri  dsb)   dan    pemberian     informasi     sesuai
                  kebutuhan
             c.  Pengambilan keputusan, pemecahan masalah,perencanaan
             d. Menindak lanjut pertemuan
    6.  Tiga    aspek    yang   harus   dimiliki   oleh  konselor    :  pengetahuan    (kognitif),
        ketrampilan (psikomotorik) dan sikap (afektif).
    7.  Faktor-faktor penghambat konseling :
                Faktor individu
                Faktor-faktor yang berkaitan dengan interaksi
                Faktor situasional
                Kompetensi dalam melakukan percakapan

Referensi
Affandi Biran, (2003), Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, YBPSP, Jakarta , (hal U1 – U5)
Cangara     Hafied,   (2005), Pengantar      Ilmu  Komunikasi,     PT   RajaGrafindo     Persada, Jakarta, (hal 19 – 25)
DEPKES       RI,  (2002),  Modul     Pelatihan   Konseling    Bagi   Bidan    Pada   Klinik   IBI, Jakarta, (hal 3 – 42)
Depkes RI, ( 2002),  Komunikasi Efektif – Buku Bantu Bidan Siaga, Jakarta
Musbir,   Wastidar,   (2003), Modul   Pelatihan   Konseling   Bagi   Bidan   Pada   Klinik   IBI, Jakarta, (hal 3 – 42)
Saifuddin, Abdul Bari. 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, YBPSP, Jakarta, (hal 39 – 44)
Saraswati,         Lukman.         2002.      Pelatihan         Ketrampilan          Komunikasi Interpersonal/Konseling (KIP/K), Jakarta